PKH ada yang pernah denger gak yah? kalau belum, PKH = Program Keluarga Harapan, Program yang dijalankan oleh Departemen Sosial. Dan saya akan mengutip sedikit banyak dari http://www.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=print&sid=404
Program keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan.PKH merupakan program lintas Kementerian dan Lembaga, karena aktor utamanya adalah dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Departemen Komunikasi dan lnformatika, dan Badan Pusat Statistik. Untuk mensukseskan program tersebut, maka dibantu oleh Tim Tenaga ahli PKH dan konsultan World Bank.
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan.
Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs.
Sebagai informasi tambahan. Banyak utang yang dilakukan pemerintah yang pada mulanya merupakan pembiayaan pemerintah. Kemudian diserahkan kepada asing dalam bentuk pinjaman asing/pinjaman luar negeri seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dsb, Namun saya tidak akan membahasnya disini biar masyarakat yang menilai. (Info Lengkap: http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=88460:menanti-masa-jatuh-tempo&catid=25:artikel&Itemid=44)
Ya itu sekilas saja, kalau mau tahu lebih banyak klik aja link di atas atau cari saja di google. Tapi saya akan menceritakan hanya sedikit pengalaman survei saya mengenai PKH yang di sponsori oleh Bappenas dan World Bank. Survei lapangan ini tepatnya di kabupaten Cirebon, 4 Kecamatan, Arjawinangun, Gegesik, Babakan, dan Pabedilan. Dengan jumlah responden 200 Rumah tangga sangat miskin, dan beberapa responden instansi terkait seperti, Pos, Puskesmas, SD dan SMP. Yang saya lakukan bersama tim dari tanggal 24 Januari s.d 4 Februari 2010.
Para Enumerator merupakan surveyor-surveyor yang cukup berpengalaman dengan background bermacam-macam. Survey yang dilakukan bersifat Survey Kuantitatif atau yang biasa dikenal dengan riset kuantitatif ternyata sangat menantang, menyenangkan, menggelikan dan mengesalkan, pantang menyerah, namun selain survey kuantitatif kami juga diharuskan melakukan wawancara mendalam atau survey kualitatif. Bersambung