Orang-orang yang Dijamin Masuk Surga


unduk | Khairu Ummah, Syariat | Monday, July 20th, 2009

Keinginan menjadi penghuni surga tidak cukup hanya berdo’a, tapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usaha itu sekarang dalam kehidupan kita di dunia ini.

1.  Memberi Makan.

Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi oleh masing-masing orang, namun karena berbagai persoalan dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak bisa memenuhinya atau bisa memenuhi tapi tidak sesuai dengan standar kesehatan, karena itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah memberi makan kepada orang yang membutuhkannya.

Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, niscaya kamu masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)

Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang luamya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyediakannya bagi orang yang memberi makan, menebarkan salam dan shalat malam sementara orang-orang tidur ” (HR. Ibnu Hibban).

Terdapat pula hadits senada soal ini yang perlu kita perhatikan: “Di surga terdapat kamar-kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Abu Malik Al Asy’ari berkata: “buat siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Bagi orang yang berucap baik, memberi makan, dan di melalui malam dengan shalat sementara orang-orang tidur” (HR. Thabrani, Hakim, Bukhari dan Muslim).

Bahkan sahabat Abdullah bin Salam mendengar pesan Nabi kepada para sahabat yang berbunyi: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah hubungan silaturrahim, shalatlah diwaktu malam sementara orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi, ibnu Majah dan Hakim).

2.  Menyambung Silaturrahim.

Hubungan antar sesama manusia harus dijalin dengan sebaik-baiknya, antara sesama saudara dalam iman, terutama yang berasal dari rahim ibu yang sama yang kemudian disebut dengan saudara dalam nasab.

Bila ini selalu kita perkokoh, maka di dalam hadits di atas, kita mendapatkan jaminan surga dari Rasulullah saw, sedangkan bila kita memutuskannya, maka kitapun terancam tidak masuk surga.

Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika Rasulullah saw bertanya kepada pada sahabat tentang maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang akan menjadi penghuni surga? diantaranya beliau menjawab: Seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan ikhlas karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i).

3.  Shalat Malam

Tempat terpuji di sisi Allah swt adalah surga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira, karenanya salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa diberi tempat yang terpuji itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajjud saat banyak manusia yang tertidur lelap, Allah swt berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji ” (QS Al Isra [17]:79).

Manakala seseorang sudah rajin melaksanakan shalat tahajjud, ia merasa menjadi seorang yang begitu dekat dengan Allah swt dan bukti kedekatannya itu adalah dengan tidak melakukan penyimpangan dari ketentuan Allah swt meskipun peluang untuk menyimpang sangat besar dan bisa jadi ia mendapatkan keuntungan duniawi yang banyak.

4. Memudahkan Orang Lain.

Dalam hidupnya, ada saat manusia mengalami kesenangan hidup dengan segala kemudahannya, namun pada saat lain bisa jadi ia mengalami kesulitan dan kesengsaraan.

Karena itu, sesama manusia idealnya bisa saling memudahkan, termasuk dalam jual beli. Manakala kita sudah bisa memudahkan orang lain, maka salah satu faktor yang membuat manusia mendapat jaminan surga telah diraihnya.

Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya seorang lelaki masuk  surga. Dia ditanya: “Apa yang dulu kamu kerjakan?”. Dia menjawab, dia ingat atau diingatkan, dia menjawab: “Aku berjual beli dengan manusia lalu aku memberi tempo kepada orang yang dalam kesulitan dan mempermudah urusan dengan pembayaran dengan dinar atau dirham”. Maka dia diampuni (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Apabila dalam hidup ini kita suka memudahkan kesulitan yang dialami orang lain, maka kitapun akan mendapatkan kemudahan dalam kehidupan di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya di dunia dan akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

5. Berjihad.

Islam merupakan agama yang harus disebarkan dan ditegakkan dalam kehidupan di dunia ini, bahkan ketika dengan sebab disebarkan dan ditegakkan itu ada pihak-pihak yang tidak menyukainya, lalu mereka memerangi kaum muslimin, maka setiap umat Islam harus memiliki semangat dan tanggungjawab untuk berjihad dengan pengorbanan harta dan jiwa sekalipun.

Manakala kaum muslimin mau berjihad, maka Allah swt menyediakan surga untuk siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama Dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. dan mereka Itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagimereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS At Taubah [9]:88-89).

Di dalam hadits, Rasulullah saw juga bersabda tentang jaminan Allah swt kepada orang yang berjihad dengan surga: Ada tiga orang yang semuanya dijamin Allah azza wajalla, yaitu: seorang lelaki yang pergi untuk berperang dijalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya, lalu memasukkannya ke surga dengan segala pahala atau harta rampasan perang yang diperolehnya. Dan seseorang yang pergi ke masjid, maka dia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya lalu memasukkannya ke surga atau mengembalikannya dengan pahala atau harta yang diperolehnya; dan seseorang yang masuk ke rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin olehAllah azza wajalla (HR. Abu Daud).

Bahkan orang yang berjihad dan mati syahid meskipun dahulunya ia kafir dan pernah membunuh kaum muslimin dijamin masuk surga, Rasulullah saw bersabda: Allah tertawa kepada dua orang yang saling membunuh yang keduanya masuk surga. Para sahabat bertanya: “Bagaimana yang Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Yang satu (muslim) terbunuh (dalam peperangan) lalu masuk surga. Kemudian yang satunya lagi (kafir) taubatnya diterima oleh Allah ke dalam Islam, kemudian dia berjihad dijalan Allah lalu mati syahid (HR. Muslim dah Abu Hurairah ra).

6. Tidak Sombong.

Takabbur atau sombong adalah menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya.

Oleh karena itu, bila kita mati dalam keadaan terbebas dari kesombongan amat mendapatkan jaminan masuk surga, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan utang, maka ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).

Takabbur merupakan salah sifat yang diwariskan oleh iblis laknatullah, dengan sebab itulah ia divonis berdosa dan akan dimasukkan ke neraka, Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang sujud. Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab: aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: turunlah kamu dari syurga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina (QS Al A’raf[7]: 11-13, lihat pula QS Mukmin [40]: 60).

Manakala seseorang berlaku sombong, sangat kecil peluang baginya untuk bisa masuk ke dalam surga, di dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:”Tidak masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan ” (HR. Muslim).

7. Tidak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang kelompok, baik karena kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan ber-dasarkan organisasi maupun paham keagamaan dan partai politik, hal ini disebut dengan ashabiyah.

Para saha-bat seringkali dikelompokkan menjadi dua golongan, yakni Muhajirin (orang yang berhijrah dari Makkah ke Madinah) dan Anshar (orang Madinah yang memberi pertolongan kepada orang Makkah yang berhijrah). Pada dasarnya golongan-golongan itu tidak masalah selama tidak sampai pada fanatisme yang berlebihan sehingga tidak mengukur kemuliaan seseorang berdasarkan golongan.

Manakala seseorang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap golongan sehingga segala pertimbangan dan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan golongannya, bukan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, maka hal ini sudah tidak bisa dibenarkan, inilah yang disebut dengan ashabiyah yang sangat dilarang di dalam Islam.

Bila kita mati terbebas dari hal ini, dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw dalam hadits di atas, namun tidak masuk surga seseorang yang mati dalam keadaan demikian, karena Rasulullah saw tidak mau mengakui orang yang demikian itu sebagai umatnya.

Hal ini terdapat dalam hadits Nabi saw: “Bukan golongan kamu orang yang menyeru kepada ashabiyah, bukan golongan kami orang yang berperang atas ashabiyah dan bukan golongan kami orang yang mati atas ashabiyah ” (HR. Abu Daud)

8. Terbebas Dari Utang.

Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka iapun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang.

Sebagai manusia, apalagi sebagai muslim yang memiliki harga diri, sedapat mungkin utang itu tidak dilakukan, apalagi kalau tidak mampu membayarnya, kecuali memang sangat darurat, karena itu seorang muslim harus hati-hati dalam masalah utang.

Rasulullah saw bersabda: “Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)

Namun apabila manusia yang berutang tidak mau memperhatikan atau tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti.

Hal ini karena utang yang tidak dibayar akan menggerogoti nilai kebaikan seseorang yang dikakukannya di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya.

Rasulullah saw bersabda: “Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak ” (HR. Thabrani).

9. Peka Terhadap Peringatan.

Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima segala peringatan dan nasihat dari siapapun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting karena setiap manusia amat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam surga.

Orang seperti ini digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang berhati seperti burung sebagaimana disebutkan dalam sabdanya: “Akan masuk surga kelak kaum-kaum yang hati mereka seperti hati burung ” (HR. Ahmad dan Muslim).

10. Menahan Amarah

Al ghadhab atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berbahaya sehingga ia telah menghancurkan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus diwaspadai.

Pertama, merusak iman, karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain.

Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).

Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hal-hal yang tidak benar.

Allah swt berfirman sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Qudsi:
Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah. Maka Aku akan mengingatmu jika Aku sedang marah (pada hari akhir) “.

Ketiga, mudah marah juga akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga hubungan kita kepada orang lain bisa menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh karena itu, seseorang baru disebut sebagai orang yang kuat ketika ia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.

Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila seseorang mampu menahan amarahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Allah swt, dalam hal ini Rasulullah saw menyebutkan jaminan surga untuknya: “Janganlah engkau marah dan surga bagimu ” (HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani).

11. Ikhlas Menerima Kematian Anak dan OrangYangDicintai.

Setiap orang yang berumah tangga pasti mendambakan punya anak, karena anak itu menjadi harapan masa depan dan kesinambungan keluarga. Karenanya bahagia sekali seseorang bila dikaruniai anak, baik laki maupun perempuan.

Karena itu saat anak lagi disayang dan amat diharapkan untuk mencapai masa depan yang baik tapi tiba-tiba meninggal dunia, maka banyak orang tua yang tidak ikhlas menerima kenyataan itu. Bila sebagai orang tua kita ikhlas menerima kematian anak, maka hal ini bisa memberi jaminan kepada kita untuk bisa masuk surga.

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia rnasuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).

Meskipun demikian, sedih atas kematian anak tetap boleh dirasakan karena tidak mungkin rasanya kematian anggota keluarga tanpa kesedihan, Rasulullah saw sendiri amat sedih atas kematian anaknya, namun kesedihan yang tidak boleh berlebihan seperti meratap.

Dalam suatu hadits dijelaskan: Anas ra berkata: Ketika Rasulullah saw masuk melihat Ibrahim (puteranya) yang sedang menghembuskan nafasnya yang terakhir, maka kedua mata Rasulullah saw bertinang-linang ketika ia wafat, sehingga tampak air mata mengalir di muka beliau. Abdurrahman bin Auf berkata: “Engkau demikianjuga ya Rasulullah?”. Jawab Nabi: “Sesungguhnya ini sebagai tanda rahmat dan belas kasihan”, Lalu beliaubersabda: “Mata berlinang dan hati merasa sedih, tapi kami tidak berkata kecuali yang diridhai Tuhan dan kami sungguh berduka cita karena berpisah denganmu hai Ibrahim (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Di dalam hadits lain, jaminan surga juga diberikan Allah swt kepada orang yang ridha menerima kematian orang yang dicintainya dalam kehidupan di dunia ini.

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda dalam hadits qudsi: “Tidak ada pembalasan dari bagi seorang hamba-Ku yang percaya, jika Aku mengambil kekasihnya di dunia, kemudian ia ridha dan berserah kepada-Ku, melainkan surga ” (HR. Bukhari).

12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dalam arti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.

Bersaksi atas kebenaran Al-Qur’an juga harus ditunjukkan dengan penyebaran nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat dan yang lebih penting lagi adalah kebenaran Al-Qur’an itu ditunjukkan dalam sikap dan prilakunya sehari-hari.

Orang seperti inilah yang mendapat jaminan masuk surga oleh Allah swt sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Dan apabila mereka mende-ngarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab-Kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka catatlah Kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Ouran dan kenabian Muhammad saw). Mengapa Kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada Kami, Padahal Kami sangat ingin agar Tuhan Kami memasukkan Kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?”. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (QS. Al-Maidah: 5]: 83-85).

13. Berbagi Kepada Orang Lain.

Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.

Salah satunya adalah bila seseorang memberikan binatang ternak yang dimiliki seperti kambing untuk kemudian dinikmati susu-nya oleh banyak orang. Bila ini dilakukan, jaminan surga dijanjikan oleh Allah swt

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah saw: “Empat puluh kebaikan yang paling tinggi adalah pemberian seekor kambing yang diperah susunya. Tidak seorangpun yang melakukan salah satu darinya dengan mengharapkan pahala dan membenarkan apa yang dijanjikan karenanya, kecuali Allah memasukkannya ke dalam surga ” (HR. Bukhari).

14. Hakim Yang Benar.

Dalam hidup ini banyak sekali perkara antar manusia yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diperlukan pengadilan yang mampu memutuskan perkara secara adil, untuk itu diperlukan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia bisa memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan bisa masuk ke dalam surga.

Rasulullah saw bersabda: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di surga. Orang yang memberikan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim).

Oleh karena itu, ketika seorang muslim menjadi hakim, maka ia harus menjadi hakim yang benar, yakni hakim yang tahu tentang kebenaran dan ia memutuskan perkara secara benar.

Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, danjanganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat (QS An Nisa [4]:105).

Mudahan-mudahan kita termasuk orang yang mau berusaha untuk bisa masuk ke dalam surga.

Sumber : Khairu Ummah, Edisi 9, 12, dan 14 Tahun XVIII - Februari 2009

Manisnya bisnis mukena di bulan ramadhan

Menyerobot Transaksi Orang lain demi keuntungan sendiri

Sebagai seorang muslim, kita harus berusaha untuk mengerti, memahami, serta mengamalkan “ukhuwwah Islamiyah” yang benar sesuai dengan Al-qur’an dan Hadits. Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a yang artinya: “Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling mmembenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain,jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh mendhaliminya, membiarkannya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu berada berada di sini, beliau (Rasulullah) menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”. (Hadis Arba’in : 25)

Sebagai Ilustrasi mengenai harta orang lain yang diserobot, mungkin sebagai orang awam saya bisa menerjemahkannya sebegai berikut diambil dari kisah nyata yang mungkin banyak dari kita yang mengalaminya:
Baca Lanjutannya di:  Menyerobot Transaksi Orang lain demi keuntungan sendiri

Cara Cepat Untuk Meningkatan Penjualan Usaha Kecil

 
Selalu dengarkan pelanggan Anda. Beberapa riset pasar kualitas dan mencari tahu apa yang diinginkan pembeli Anda untuk dibeli. Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak memberikan apa yang pelanggan Anda inginkan, pertimbangkan pengemasan ulang atau bahkan merancang ulang berbagai produk Anda untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan tepat. Ini harus ditinjau secara teratur untuk memastikan relevansi produk bagi usaha kecil Anda.

Di mana Anda menghabiskan sebagian besar waktu penjualan Anda, apakah mencari pelanggan baru? Anda harus mencoba modus operandi dan melemparkan beberapa sumber daya yang ada untuk memanjakan pelanggan Anda. Apakah Anda melihatnya atau tidak, mereka adalah aset terbesar Anda dan Anda harus bekerja di luar kotak daripada hubungan yang Anda buat dengan salah satu dari pelanggan dengan pandangan bahwa mereka mungkin menghasilkan bisnis yang berulang repeat order. Selalu ingat juga bahwa pelanggan bisnis Anda menjaga biaya lima kali lebih kecil daripada mencoba untuk mendapatkan yang baru.

Jika Anda memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan yang ada, selalu mencoba untuk mendapatkan testimonial dan meminta arahan dari mereka. Arahan biasanya membuktikan menjadi cara terbaik untuk mendapatkan bisnis baru, dengan keuntungan bahwa sistem pemasaran umumnya sangat murah. Pastikan untuk memanfaatkan setiap arahan tanpa henti dan bahkan berpikir tentang skema insentif untuk hadiah bagi kedua belah pihak.

Salah satu cara mudah untuk mengingatkan pelanggan tentang keberadaan Anda dan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan loyalitas pelanggan adalah dengan mengirimkan surat atau ucapan terima kasih. Ucapan Terima kasih Anda Secara tulus dan detail untuk bisnis mereka dan mengungkapkan berapa banyak nilai yang Anda masukkan ke dalam bisnis mereka. Cara lain untuk hadiah pelanggan setia adalah dengan menawarkan diskon dari pembelian berikutnya.

Melakukan beberapa analisis terhadap berbagai produk Anda dan daftar klien. Ada aturan klasik, aturan delapan puluh / dua puluh dari Pareto yang umumnya berlaku. Dalam konteks ini akan berarti bahwa 80% dari bisnis Anda akan datang dari 20% dari klien Anda dan bahwa 80% dari keuntungan Anda akan timbul dari 20% dari produk Anda.

Jika ini berlaku, merampingkan bisnis Anda untuk memanfaatkan hasilnya. Pastikan Anda meninggalkan ruangan kecil klien untuk tumbuh!

Apakah Anda memiliki kebijakan untuk menyelesaikan konflik dengan pelanggan jika mereka mengeluh tentang elemen pelayanan Anda. Jika tidak, buatlah satu. Jangan bereaksi secara negatif terhadap keluhan, alih-alih menawarkan cepat dan resolusi yang relevan yang membuat pengalaman pelanggan benar-benar sempurna. Mereka kemudian akan merekomendasikan Anda di pasar secara positif. kerusakan yang dilakukan dari mulut ke mulut dari pelanggan merinci pengalaman buruk terlalu berat untuk dipikirkan.

This article is free for republishing
Source: Cara Cepat Untuk Meningkatan Penjualan Usaha Kecil

Memulai sebuah produksi dengan Belajar Go!blog dari Om Bob Sadino

Saat mau menulis artikel ini, saya teringat pernyataan om bob sadino yang nyentrik, yang kira-kira menyuruh kita untuk tidak berpikir dan terlalu banyak berteori. Saya pun segera googling untuk mencari kata-kata yang tepat apa yang diucapkan om Bob, saya malah menemukan sebuah ulasan mengenai Buku om Bob yang berjudul "Belajar Goblok dari Bob Sadino"

“Orang lupa apa makna dari manajemen. Manajemen itu sesungguhnya adalah memanfaatkan kemampuan orang lain untuk mencapai sesuatu. Saya menggunakan itu.”

Biasanya yang kita tahu, tujuan belajar adalah supaya pintar. Namun belajar yang kali ini beda. Belajar Goblok Dari Bob Sadino. Kenapa kita harus belajar goblok? Menurut Om Bob, jika mau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir dan berencana seperti orang ‘pintar’. Tapi segera memulai, lakukan saja, just do it, layaknya orang ‘goblok’.

Buku kedua dari Bob Sadino ini layak dibaca. Sebab dalam buku ini Om Bob membagi ilmunya, bukan hanya ilmu tentang wirausaha, namun juga ilmu tentang kehidupan. Bagaimana memahami dan menemukan kebijaksaan dari hidup juga dijelaskan dalam buku ini.

“Buat apa saya punya rencana paling hebat? Padahal Tuhanlah yang menentukan segalanya. Dialah master planner saya.”

Mungkin ternyata itupun saya rasakan sejak memulai terjun berwirausaha. Sebelum saya menjadi seorang wirausahawan saya adalah seorang karyawan dari salah satu perusahaan besar di Indonesia. Selama disana saya memiliki rencana-rencana yang hebat untuk masa depan saya namun minim action alias No Action Talk Only.  Tapi Allah SWT punya rencana lain buat saya, sebelumnya enak memiliki penghasilan tetap, tapi setelah mengundurkan diri karena ajakan teman dengan janji-janji palsunya akhirnya sayapun mengundurkan diri dengan sukses dan sayapun sadar telah dibohongi, karena janji-janji perkerjaan dengan penghasilan besar itupun hanya sebuah mimpi.

Tapi Allah SWT memang master planner saya. Ternyata janji teman untuk mengelola sebuah perusahaan itupun hanya sebuah omong kosong, Uang Ribuan Dollar yang pernah dia tunjukkan ke saya sebagai modal awal ternyata bukan miliknya, entah itu palsu atau asli, setelah saya keluar dan menagih janji ternyata bisnis itu hanya bernilai 2 juta rupiah saja, dan menjalankan konter pulsa di dekat salah satu Universitas Swasta di Bandung ( Baca: Universitas Widyatama) dengan pendapatan 5000 perhari (cukup buat apa ya?) dan hanya bertahan 3 bulan teman saya sepertinya menyerah dan  uang ribuan dollarnya yang dia bangga-bangakan dan ditunjukkan secara langsung raib entah kemana dengan bumbu cerita yang fantastis, cerita mengenai janji dukungan modal dari banyak pihak telah berganti cerita dengan cerita pahit yang dia ceritakan secara berlebihan (saya sekarang sadar setelah membaca buku mengenai tipe-tipe kepribadian, dia cocok sekali sebagai seorang Sanguin dia memang hebat memiliki ide-ide brilian dan pintar berkomunikasi namun kekukarangannya yang akut yaitu dalam menceritakan berbagai hal kecil seorang sanguin bisa bercerita secara berlebihan dan cenderung berbohong). Namun apa mau dikata, dalam pikiran saya nasi telah jadi bubur dan saya harus tetap berpenghasilan untuk menafkahi keluarga, bukan lagi penghasilan tetap. Tapi lihat sisi baiknya, mungkin karena dia saya bisa mengenal dunia bisnis secara langsung dan Allah SWT memang punya rencana terbaik buat saya, jadi hal itu sebagai batu loncatan untuk memulai sebuah usaha.

Selama menganggur 50 lebih lamaran saya ke perusahaan di tolak pada setiap akhir sesi Interview. Rencana Allah SWT memang unik dan kalau di teliti dan ditelaah apa yang saya rasakan ternyata semuanya saling terrkoneksi dan berkesinambungan sehingga saya sering mengalami sesuatu yang menurut saya patut disyukuri, seperti misalkan terjadi sesuatu karena kehendak Allah, saya pun jadi sering berpikir "oooh ini ternyata jalannya kesini."  Hanya sebagai renungan saja mengenai “Buat apa saya punya rencana paling hebat? Padahal Tuhanlah yang menentukan segalanya. Dialah master planner saya.”  yang juga mungkin saya rasakan. Baca artikel saya mengenai perjalanan bisnis Jadilah Pengusaha Walaupun Keluarga Tidak Merestui...

Pernyataan "Biasanya yang kita tahu, tujuan belajar adalah supaya pintar. Namun belajar yang kali ini beda. Belajar Goblok Dari Bob Sadino. Kenapa kita harus belajar goblok? Menurut Om Bob, jika mau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir dan berencana seperti orang ‘pintar’. Tapi segera memulai, lakukan saja, just do it, layaknya orang ‘goblok’."

Sepertinya cocok dalam memulai memproduksi sebuah produk. Itupun saya rasakan selama berwirausaha. Produk-produk dengan rencana matang tidak ada yang berhasil di eksekusi untuk di produksi, karena terlalu lama berencana dan diduluin orang lain. Dan ide-ide yang dieksekusi tanpa berpikir panjang Alhamdulillah selalu menjadi pitu rizky yang saya rasakan. Tapi memang tidak semudah mebalikkan telapak tangan. Memang membutuhkan berbagai proses dan trial error, tapi perbaikan-perbaikan mengenai specifikasi produk muncul setelah banyaknya complain-complain dari costumer, ya itulah yang saya rasakan. Tapi dalam hal pemasaran produk saya tidak pernah lepas dari Website yang saya kelola www.zahrah-eshop.com, yang juga tidak pernah saya rencanakan sebelumnya memiliki dan mengelola website karena saya hanya seorang sarjana ekonomi yang tidak pernah sekolah mengenai komputer dan informatika. Website dengan kunjungan yang lumayan 3000 unique hits perbulan dengan omzet rata-rata di atas 500.000-1000.000 per hari dan costumer dari 25 - 30 kota, hanya dari website saja. Ya semua itu tidak lepas dari campur tangan langsung Allah SWT, seperti tiba-tiba media massa dari televisi lokal dan tabloid peluang usaha yang menawarkan interview serta ulasan mengenai bisnis sajadah anak.  Baca tabloid Peluang Usaha edisi 18 - Th V 12 - 25 Mei 2010.

“Orang lupa apa makna dari manajemen. Manajemen itu sesungguhnya adalah memanfaatkan kemampuan orang lain untuk mencapai sesuatu. Saya menggunakan itu.”

Saya pun memanfaatkan kemampuan orang lain untuk membuat sebuah produk. Orang lain yang memiliki mesin jahit alias makloon dengan membuat produk sesuai keinginan saya, karena saya tidak punya mesin jahit ;).

Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan renungan. Amiiin..